Menurut Pak Bin, sapaan akrabnya, pengembangan kurikulum berbasis OBE bukan hanya sebatas pemenuhan regulasi atau tren pendidikan tinggi, melainkan sebagai upaya serius untuk memastikan lulusan UNISBA Blitar memiliki capaian pembelajaran yang nyata, terukur, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta dunia kerja.

Lebih lanjut, Pak Bin menyampaikan bahwa, UNISBA Blitar meneguhkan diri sebagai The Real Entrepreneurial University. Menurutnya, ini bukan sekadar slogan semata, melainkan arah kebijakan institusional. Hal ini diwujudkan melalui perumusan langkah strategis berupa penyatuan dan penguatan mata kuliah kewirausahaan menjadi program berjenjang selama lima semester.

“Dalam konteks inilah, UNISBA Blitar berusaha meneguhkan diri sebagai The Entrepreneurial University. Bukan sekadar slogan, tetapi sebagai arah kebijakan institusional. Kita ingin membangun ekosistem pendidikan yang melahirkan sarjana pencipta lapangan kerja, bukan hanya pencari kerja,” jelasnya.

Sementara itu, H. Hidayaturrahman, S.E.,M.M selaku perwakilan Du/Di dari PT Jatinom Indah Grup mengungkapkan bahwa selama ini dunia industri masih kerap menghadapi kendala karena kompetensi lulusan belum sepenuhnya selaras dengan kebutuhan pasar, sehingga perusahaan harus melakukan pelatihan ulang. Melalui penerapan kurikulum berbasis OBE, diharapkan lulusan telah memiliki kompetensi yang relevan dan siap bekerja sejak hari pertama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *